Wanita itu menangis tersedu sedu
Seolah tak minat lagi untuk hari esok menangis kesekian kali
Dinding kamar yang tak tau apa-apa, menjadi pelampiasan tersendiri sebagai saksi
Menangis. seperti seorang anak kecil yang meminta permen untuk dibelikan.
Tapi lain hal dengan nya, bukan sebatang permen manis yang ia minta
Tapi segelas pertolongan yang ia harapkan.
Kepala nya penuh makian ucapan
Tetapi tangan nya menenangkan dengan usapan
Tangis nya semakin kencang dengan keheningan
Tetapi nafas nya semakin tersenggal meminta bantuan
Ketika otak terus memaki, tetapi kesadaran diri berlain persepsi,
dengan kata-kata manis. merayu mengasihi diri sendiri.
Komentar
Posting Komentar