kegagalan dalam hidup selalu akan berdampingan pada yang namanya perjalanan
entah dalam bentuk kerikil kecil dijalanan
ataupun seonggok kayu tua yang menghadang jalan saat menuju tujuan
mengingat tentang sebuah kegagalan,
kurasa setiap orang memiliki obat penawar-nya masing masing dalam sakunya
yang siap sedia kapan pun menawarkan pil pahit kegagalan yang tertelan
tahun 2018 menjadi saksi tahun yang ikut menyaksikan bagaimana para pejuang anak sekolahan
saat menjelang penerimaan mahasiswa baru, aku rasa ketakutan yang di rasa anak kelas 3 SMA akan sama setiap waktunya
rasa takut kegagalan, rasa takut mengecewakan, rasa kebingungan menentukan pilihan
menjadi satu rasa yang membuat beban fikiran terlalu berlebihan
tapi saat itu, yang aku ingat
setalah menunggu dan akhirnya memberanikan membuka pengumuman penerimaan
tepat setelah sholat dhuha, tenyata pil pahit kegagalan kembali tertelan untuk kesekian kalinya
air hujan entah dari mana yang jatuh padahal langit masih sangat cerah hari itu
aku rasa aku akan baik baik saja setelahnya, ya ! akan baik baik saja ! sebelum . .
ibu datang ke kamar menanyakan hasil pengumuman untuk yang kesekian,
dan saat itulah aku lupa, bahwa ternyata aku memang tidak sedang baik baik saja
disitu tetesan air yang keluar dari mata tanpa di minta, ingin dikeluarkan
ibu hanya bisa memberi pelukan hangat nya, berharap dapat menenangkan
ibu hanya bisa memberi bisikan sederhana, berharap dapat membantu merasa lega menerimanya
ibu hanya bisa memberi obat penawar yang selalu ia siapkan di sakunya, berharap dapat menghilangkan rasa pahit yang dirasa putri satu satunya
ya, ibu hanya bisa itu dengan rasa nyaman dan sayang saat itu
dalam pelukan nya, aku merasakan kenyamanan yang membantu menenangkan
dalam bisikan nya, aku merasakan ketenangan yang membantu menguatkan
dalam obat penawarnya, aku merasakan rasa manis yang cukup manjur menghilangkan rasa pahit yang ada di tenggorokan
yang aku ingat, ibu hanya mengucapkan
"tidak apa gagal lagi, setelah ini coba lagi ya. allah tau mana yang terbaik, kan yang terpenting sudah berusaha :)"
setelah itu, beliau hanya mengajak untuk menikmati es krim yang manis sebagai penawar rasa pahit
"yaudah siap siap, kita keluar cari es krim. hari ini boleh beli es krim yang banyak buat di nikmati"
.
.
ah, lihat bukan !
ibu manusia terbaik memang dalam menyiapkan obat penawar dalam sakunya !

Komentar
Posting Komentar