usaha agar suara didengar




ada sebuah kalimat yang cukup membenarkan pikiran ku dan juga mewakili isi hati, yakni dari salah satu buku yang ditulis oleh Mark Manson. semacam begini katanya " orang-orang yang menyatakan bahwa dirinya adalah seorang yang ahli, wiraswasta, penemu, pembawa inovasi, unik, dan coach tanpa ada pengalaman hidupnya. mereka melakukan ini bukan karena mereka berpikir bahwa mereka lebih hebat daripada yang lain, mereka melakukan nya karena ya mereka merasa perlu menjadi lebih hebat agar bisa diterima dalam suatu dunia yang hanya menyiarkan orang-orang hebat didalam nya". and now, i think that's true !

kenapa aku membenarkan hal itu, karena mungkin aku pernah merasakan dimana berada pada suatu lingkaran yang bahkan suara pun terabaikan, hanya karena diri saya yang bukan siapa-siapa lalu dianggap salah satu manusia yang memang pantas untuk diremehkan. aku rasa dunia sekarang terlalu rumit, untuk bersuara-pun terkadang harus memiliki tingkatan untuk membedakan mana yang berhak untuk berpendapat dan berhak untuk dianggap angin lewat. yang seharusnya saling bebas bersuara dan saling mendengar, justru malah saling menunjukkan kehebatan dan melakukan penindasan tanpa disadar. itu menyakitkan kau tau?

dan akhirnya saat ini, hal yang aku lakukan adalah mengambil tindakan untuk membuat diri ini setidaknya berubah hanya karena sebuah suara untuk didengar. dan yang aku sadar, ternyata memang sesulit dan selelah ini hanya untuk hal semacam itu, butuh usaha hanya untuk semacam ini ternyata.  dulu dianggap salah satu manusia yang memiliki pemikiran yang ketika diajak berbicara atau mengobrol "loading-nya lama" dan dari situlah bermula suara ini tak didengar dan hanya menjadi bahan guyonan, maka saat ini aku harus berusaha untuk menjadi manusia yang memiliki suara agar didengar dan tidak lagi diremehkan. dulu ibu hanya menyarankan "jadi manusia, apalagi perempuan yang pintar atau berwawasan luas. karena dengan itu kamu bisa mengangkat derajat dan tidak diremehkan dengan orang-orang yang kau anggap dekat ataupun sebuah lingkungan". dan saat ini, aku mengerti arti pesan itu, memang ya terkadang kita perlu merasakan suatu kejadian yang ternyata sesuai dengan pesan orang tua dulu, agar sampai makna pesan yang disarankan. lelah ketika diremehkan dan kesal ketika dijadikan bahan guyonan, hal itu yang memberontak dari sebuah penindasan.

ya intinya, marilah untuk tidak meremehkan suara atau pendapat seseorang, apalagi sampai meremehkan dan menjadikan nya bahan guyonan bersama teman-teman, yang hanya karena dia kau anggap pantas dijadikan lelucon yang sebenarnya tertawa dengan menjadikan perasaan dan kelemahan seseorang bahan candaan, itu tidaklah lucu!. dia manusia, dia punya perasaan dan mari saling memanusiakan. jika memang tidak menerima sebuah suara, setidaknya didengarkan lalu dihargai. menghargai tidak perlu rupiah kok untuk ditunjukkan, jadi tidak akan rugi untuk saling menghargai.

Komentar