sebuah penyelesaian




ada saat dimana hati ini ingin mendekat pada sesuatu hal yang sangat berharga
tapi yang terjadi justru diri ini menarik dari ruang lingkup yang hati inginkan
difikir sudah beranjak, tapi nyatanya hanya berdiam diri dan ada waktu dimana
memilih kabur dengan menyalahkan keadaan.

ada yang salah, ya! ini ada yang salah
sadar akan dititik mana kesalahan itu berada, tapi
apa? apa yang harus dilakukan untuk sekarang?
ingin beranjak tetapi beranjak dengan meninggalkan jejak yang membuat sesak

mungkin dalam keadaan seperti ini lah, dimana seharus nya ada uluran tangan
sembari mengatakan, "mari saya bantu :)"

dikira sudah berjalan maju
dikira sudah berpindah tempat
dikira sudah meninggalkan yang seharusnya ditinggalkan
dikira sudah mengambil pelajaran dari sebuah kejadian
dikira sudah . . . .
haah! lalu sekarang muncul pertanyaan, "sudah sampai mana ekspektasi yang penuh perkiraan?"

semakin bertambah angka bukan kah hidup tidak akan mundur ataupun menoleh kebelakang
lalu kenapa hidup mu justru membawa sesuatu hal yang harus ditinggalkan saat masanya
maksud hati ingin berdamai, tetapi kenapa justru sesulit itu untuk berdamai dengan berjabat tangan

sudah! cukup!
mari beranjak, lalu menyesap segelas hot chocolate atau ice chocolate sembari berdamai
bukan kah lebih menyenangkan dan menenangkan?
ku dengar chocolate memiliki kekuatan yang megic untuk membuat sesuatu yang bernama hati dan fikiran agar lebih tenang dan membuat senang
mari berbincang dan menyelesaikan sampai selesai
dengan ending yang manis dan juga mengesankan
mari? . .

Komentar