tepat disalah satu cafe tak terlalu terkenal, namun mungkin tempatnya cukup dikenal kalangan mahasiswa disalah satu daerah yogya, mungkin bisa dari harga dan tempatnya yang membuat terlihat menarik. tepat malam ini, terlalu banyak obrolan yang dibahas diatas meja persegi panjang yang cukup menampung 7 orang manusia, dengan bahasan segala rancuan yang ada. dingin nya kota yogya seolah bukan apa-apa dibanding suhu nya pembahasan yang di bicarakan mengenai bagaimana susah nya dalam memutuskan suatu keputusan disuatu forum yang berisi banyak isi kepala, karena yang ada ternyata kenyataan membuktikan dalam suatu forum diskusi untuk menghasilkan suatu keputusan pada waktu diujung keputusan banyak suara yang menyuarakan "setuju! yaa! setuju!" tanpa mempertimbangkan isi apa yang telah disetujui, ya semacam mempercepat pertemuan agar kepala cepat dibaringkan dikasur empuk dikosan dan cepat menyelesaikan sebuah rasa kelaparan dengan mampir ke angkringan. ya itulah suatu forum diskusi untuk mencapai suatu hasil keputusan bukan? membutuhkan waktu yang lama, dan juga tenaga yang ekstra. untuk malam ini, segelas coklat panas dan dingin nya suhu yogya pun terasa pas saat dinikmati. namun entah kenapa ada yang berbeda dalam obrolan kali ini, semacam ada yang menarik dari sebuah perpaduan rasa segelas coklat panas dan suasana yang membuat tertarik. aku berpikir, "sudah berapa lama tak menemui manusia bumi dengan percakapan yang manarik seperti ini?"
sekarang aku sadar, terkadang untuk menemukan manusia yang se-frekuensi dengan kita, baik dari segi obrolan, kesuka'an, kenyamanan dan juga pemikiran yang sejalan membutuhkan waktu yang lama dan juga jarak yang cukup jauh. bahkan untuk menemukannya-pun berawal dari hubungan yang tak saling kenal dan juga butuh pergi ketanah perantauan.
rasa-rasa baru kemarin aku berpikir dan menanyakan hal ini pada diriku sendiri, "kenapa hanya dengan membaca tulisan kita bisa jatuh hati?, kenapa hanya dengan saling membuka suara dapat menarik hati? secepat itukah hati terasa nyaman hanya dengan jejeran huruf yang menenangkan? secepat itukah jiwa merasa nyaman dengan perbincangan yang menyenangkan?". tapi yang aku tau, dan mencoba tidak lagi berekspektasi dari sebuah kenyamanan adalah dengan meyakinkan hati, "bukan ini rumah mu, bukan kali ini waktumu berlabuh!". emm ya cukup berhasil ternyata, karena terkadang kita perlu memanipulasi hati agar membuat tenang dan berhenti membuat ekspektasi yang terlalu tinggi, karna banyak manusia merasa kecewa karena realitas yang tak sesuai isi kepala yang hanya fana. untuk kali ini biarlah logika dapat membuat hati sadar akan realita, agar nanti berhenti menjadi manusia yang menangisi sebuah rasa kecewa tanpa alasan yang masuk logika. hanya karna rasa manarik yang belum tentu doi juga tertarik, hanya karna rasa suka dalam waktu beberapa detik yang belum tentu doi sedikit berbalik melirik, lalu menangis dan menyalahkan hati yang seolah menaruhnya disembarang tempat tanpa risiko yang akan diterima nantinya. dasar anak manusia! bukan kah alur semacam ini mirip dengan cerita anak kecil yang menghilangkan barangnya hanya karna salah dan lupa menaruhnya ditempat yang mana dan disitulah sang ibu berkicau dengan suaranya.
ternyata sebuah hal yang disebut logika memberikan rambu pada hati agar nantinya ketika jatuh masih dirasa aman-aman saja, karena logika memiliki perisai sendiri dalam memilah-milih saat melabuhkan isi hati pada waktu yang tepat dan juga orang yang tepat. jangan menjadi manusia yang dibodohi dengan perasaan yang hanya bermula dari sebuah kata "rasa-rasa aku suka dia", karena ketika sakit hati itu bukan hanya sekedar "perasaan" namun sebuah "pil kenyataan".

Komentar
Posting Komentar