setiap manusia memiliki titik masalahnya sendiri sendiri dengan ukurannya masing masing dan juga mereka memiliki wadah penampungan masalahnya masing masing. jadi, diantara mereka terkadang hanya membutuhkan pendengar sebentar yang bersedia menjadi pendengar dermawan yang memberi waktunya untuk sederet cerita yang terdengar sepele. bahkan ada pula manusia yang hanya butuh ditemani sebentar untuk bercakap lewat kebisuan sejenak, tak sesulit itu memang. namun, masih banyak diantara kita yang merasa sudah sangat menolong dengan bersikap semacam superhero dengan memberikan sederet kalimat ataupun tindakan yang seolah dapat mendorong untuk bangkit tanpa melihat apakah yang diberikan sesuai dengan kapasitasnya atau sudahkah melihat apa yang sebenernya dibutuhkan oleh sang penerima?
semacam, ada sederet kalimat yang sering kita berikan pada seseorang yang sedang terkena masalah "ah, kamu mah gini saja masa enggak bisa sih! dasar lemah! ayolah, cuman masalah kecil! masih banyak yang lebih sulit, masa gini saja ngeluh!". if i hear it, i just to say "ARE YOU KIDDING ME?". mungkin tidak ada yang salah memang dengan beberapa jenis kalimat itu, jika memang kamu tau menempatkan sederet kalimat itu pada tempatnya.
hey dude! come on!
tidak semua manusia memiliki wadah yang sama saat berhadapan dengan masalah yang sama tapi tak serupa. tidak selamanya masalah yang terlihat sepele dan kecil akan sangat ringan jika dihadapkan dengan manusia yang berbadan besar atau pun yang terlihat kuat. belum tentu jenis hewan kecoa yang terlihat makhluk kecil dan tak berbahaya akan terlihat sepele jika kau hadapkan dengan manusia yang kekar. pahami baru berkata, okey? :))
jangan menjadi salah satu alasan bertambah nya manusia yang lebih memilih pilihan untuk bungkam setiap sebuah masalah muncul dan akhirnya lebih memendam dan berakhir justru mengenaskan. tak ada yang salah untuk berbagi sebuah masalah, bukankah itu lebih baik dibandingkan memendam nya?
namun saat ini dunia kita sudah langka yang dermawan menjadi pendengar dan benar benar memberikan saran, dunia kita saat ini lebih berlomba lomba meninggikan egois agar sederet kata untuk didengar tanpa mau mendengar. miris memang.
jadi, mari untuk saling bertukar. baik untuk bersuara ataupun untuk mendengarkan.
Komentar
Posting Komentar