Pilihan.


Sedari kecil yang aku tau hidup harus memiliki tujuan, memiliki pola perjalanan dalam berjalan maupun berlari, dan memiliki rencana menjalani bagaimana hidup mu esok dan hari ini. terkadang aku berpikir se-membosankan inikah perjalanan hidup, hidup yang hanya seputar membuat diri nyaman dalam zona yang menurut penilaian diri sendiri aman. bagaimana setiap sebelum tidur harus membuat catatan yang berisi rentetan kegiatan apa saja yang akan kamu lakukan esok beserta waktu yang kamu tentukan saat malam itu juga, seolah aku manusia yang memegang kendali untuk mengatur waktu bagaimana esok aku akan mempergunakan nya. kamu tau? mungkin menurut sebagian orang sedisiplin itu manusia yang menjalani hidup dengan rentetan catatan yang ditulis sebelum memasuki alam bawah sadar, tapi nyatanya akan ada banyak hal yang akan kamu lewatkan ketika kamu hanya berfokus pada hal yang mungkin kamu anggap isi dari catatan itu cukup untuk menghabiskan 24 jam dalam hidup mu. sebuah RASA dalam PROSES menjalaninya, itu yang akan kamu lewatkan. sedangkan jika rasa itu sendiri kamu anggap hambar, yang terjadi setelah nya adalah bosan yang akan timbul seolah hidup hanya berjalan dengan sesuai yang kamu buat dalam selembar kertas. sekarang aku berfikir, semakin umur ku bertambah dan pola pikir semakin berkembang ada banyal hal yang berubah, banyak hal yang ternyata terkadang apa yang direncanakan tidak sesuai dengan apa yang kita tuliskan. kamu cukup menjalaninya dengan segala hal yang kamu upayakan, supaya apa yang kamu semogakan bisa diwujudkan. untuk sekarang, ternyata ada rasa penyesalan yang membuatku tersadar agar tak mengulangi hal yang dulu aku lakukan. 
Jika dulu hidup ku hanya aku habiskan dengan selembar kertas yang berisi segala mimpi, dan perjalanan seperti apa yang akan aku jalani esok hari. maka hari ini aku akan mencoba untuk berjalan yang mengarah pada mimpi ku semalam. kata orang jika kamu semakin dewasa maka akan semakin sederhana mimpimu dan akan semakin simple pula kamu dalam menjalani hidupmu. mungkin itu yang aku rasakan, dan hal itu pula yang merubahku untuk memilih bagaimana aku menjalani hidup ku hari ini, dan dari situlah ada banyak perubahan yang akan timbul yang berasal dari sebuah pilihan untuk berjalan. jika dulu hidupku hanya berprinsip pada seorang teman yang akrab dan tak mau berkenalan dengan orang lain sebelum mereka yang memulai ataupun mengerti orang lain jika tidak mereka dulu yang mengerti, maka itu semua kali ini berubah. dulu yang aku bayangkan dunia luar itu bising karna manusia yang terlalu banyak bicara tanpa ada yang mau mendengar, jadi bisa dikatakan semesta sekarang kekurangan penghuni yang bisa menjadi pendengar dengan baik untuk satu sama lain. tapi ternyata, jika kamu sadar tentang hal itu dan kamu bisa mnejadi pendengar itu kenapa sampai saat ini kamu bersembunyi dibalik dinding kamar mu yang gelap itu?. "ayolah! mau sampai kapan kamu hanya memperhatikan hiruk pikuk semesta dari kaca jendela dan berita, tak inginkah kamu menikmati kelap kelip lampu kota di malam hari atau menikmati cerita pedagang dilampu merah tentang cerita kesulitan ekonomi yang menimpa mereka. cerita semesta diluar sana tak semenyeramkan itu untuk didengarkan!" itu yang selalu yang aku ucapakan pada sosok dalam diri yang selalu ketakutakan untuk keluar dari zona aman. dan akhirnya saat ini aku berani menyapa semesta dengan segala kebisingan nya pada malam hari, mencoba menjadi pendengar yang baik untuk orang-orang yang suaranya sudah tertelan dengan suara yang lebih keras dengan jabatan nya sudah diatas ternyata menyenangkan. karna ternyata orang-orang seperti itu yang lebih mengerti memposisikan diri menjadi pencerita lalu menjadi pendengar cerita.

Komentar